Jumat, 03 Mei 2013

Buruh Berhak Sejahtera Secara Lahir dan Batin




Pada tanggal 1 Mei merupakan hari buruh sedunia dan itu pun dirasakan oleh seluruh buruh di Indonesia. Para buruh ingin merayakan “eksistensi” kelas, dimana meraka ingin menuntut pembagian upah yang layak dan pembagian waktu kerja yang tepat. Setiap tanggal 1 Mei ini pun seluruh buruh di Indonesia bersatu untuk menyatakan pendapat kepada para penguasa diantara: penghapusan outsourching (alih daya/kontrak) dan kehidupan yang layak. Dari tahun ketahun persamasalah buruh hanya itu, namun pemerintah dan para kapital mampu memberikan kepastian kepada mereka. Banyak buruh di Indonesia yang belum merasakan kemerdakaan dalam hal kehidupan layak dan selalu dihantui oleh pemutusan kerja, bilamana perusahaan tersebut menginginkanya. Posisi buruh memang sangat lemah, oleh sebab itu meraka mencoba mengajukan atau menyatakan pendapat kepada President yang merupakan otoritas tertinggi di Republik ini.
Seharusnya pemilik modal harus mampu memperhatikan kesejahteraan para buruh, karena dengan kerja buruh ia telah mendapat keuntuangan dari tenaga mereka. Namun alih-alih pemilik modal yang mengklaim bahwa kesejahteraa buruh sudah terpenuh, akan tetapi masih ada saja buruh yang jauh dari kata sejahtera. Tidak sebuah perusahaan atau pemilik modal yang melakukan penelantaran kesejahteraan pada buruh, namun ada juga perusahaan yang peduli akan kesejahteraan mereka. Memang issue buruh itu merupakan issue global yang hingga kini masih hangat diperbincangkan. Buruh menginginkan 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam melakukan aktivitas bersama sanak keluarga. Namun pembangian waktu itu tidak bisa terealisasi dengan mudah, karena buruh kadang harus melakukan lembur untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan  produksi perusahaan. Dalam kasus ini terlihat sekali adanya eksploitasi tenaga buruh dengan upaya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya bagi pemilik modal. Dalam tesisnya Marx menjelaskan mengenai pembagian dan eksploitasi kelas pada masyarakat kapitalis, ia pun menggambarkan sebuah sistem produksi yang didominasi oleh pemilik kapital (modal). Sistem ini telah menimbulkan ketimpangan yang berakibat pemilik modal menambah jam kerja bagi para buruh. Bukan hanya itu kaum buruh pun kadang tidak mendapat kesetaraan atau keadilan dalam hal upah. Padahal kerja para buruh itu bisa jadi nilai tambah bagi pemilik kapital. Namun itulah buruh yang posisinya selalu lemah dimata para kapital.
Dalam hal ini Marx mengistilahkan kaum buruh itu sebagai kaum proletar yakni kaum lemah yang tidak bisa berbuat banyak dan pemilik kapital (modal) adalah kaum borjouis. Di sini kaum proletar atau buruh ingin mencoba mengusai alat pemilik modal (produksi) guna mendapatkan kesejahteraan, namun itu tidak mudah karena mereka tertekan oleh sistem kapital. Tidak ada cara lain bagi buruh khususnya di Indonesia adalah melakukan demostrasi kepada penguasa dalam hal ini pemerintah. Mereka berkumpul dari seluruh penjuru pabrik guna mengekspresikan pendapatnya kepada pemerintah yakni sejahterakan buruh dan pastinya menghapusan sistem kontrak (outsourching). Namun pemerintah telah mengeluarkan keputusan tiga Menteri mengenai penghapusan sistem kontrak kecuali dari jasa keamanan, clening service, dan kurir. Dengan adanya keputusan tiga Menteri tersubut sudah teramat jelas bahwa sistem kontrak (outsourching) harus dihapuskan dari muka bumi Indonesia. Namun masih ada saja ada saja oknum yang memanfaatkan sistem kontrak kerja (outsourching) ini, untuk mendapat keuntungan  yang itu merupakan kerugian bagi kaum pekerja. Itu semua adalah dilematis sebuah sistem yang diterapkan di Indonesia bahkan di dunia pun seperti ini. Sungguh ironis sekali keberadaan kaum buruh, dia harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun masih saja kesejahteraan mereka dipangkas oleh berbagai kepentingan pemilik kapital (modal).
Semoga dihari buruh (mayday) ini, para buruh bisa mendapatkan haknya berupa penghidupan yang layak, penghapusan sistem outsourching dan tidak ada lagi diskriminasi oleh para pemilik modal. Di samping itu para stakeholder pun harus tegas dan bisa mengatur regulasi sistem kerja ini secara manusiawi, sehingga kemerataan dan kesejahteraan bisa dirasakan para buruh. Selamat Hari Buruh Sedunia bagi para buruh Indonesia. Merdeka !!!!

Kamis, 02 Mei 2013

Mereflekasikan Hari Pendidikan Bagi Bangsa Indonesia




Tepat hari ini tanggal 2 Mei 2013 bangsa Indonesia merayakan atau memperingati hari pendidikan nasional. Di tanggal 2 Mei ini lahir tokoh atau Bapak Pendidikan Nasional yakni Ki Hajar Dewantara yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Di saat ini pendidikan di Indonesia merupakan sesuatu yang mahal baik dari segi kualitas, kuantitas atau pun dari segi teknis penyelenggara pendidikan itu sendiri. Kita bisa lihat bagaimana ketika berlangsungnya UN (ujian nasiaonal) masih ditemukan kesalahan teknis seperti lembar soal dan lembar jawaban yang belum tercukup untuk siswa-siswi. Kemudian adanya issu pembocaran jawaban ujian dan adapula ketika ujian berlangsung guru pengawasan membiarkan siswa-siswinya bekerja sama dengan temannya atau menyontek. Dari semua permasalah itu sebaiknya masyarakat dan pemerintah harus mampu dan bisa merefleksikan hari pendidikan nasional ini dengan seksama, guna kebaikan bangsa dan pastinya untuk generasi penerus bangsa.
Pendidikan adalah sebuah metode untuk menciptakan sebuah negara menjadi besar, beradab, berakhlak, bijaksana dan pastinya mampu bersaing di kancah dunia Internasional. Pendidikan secara umum diartikan sebagai proses pemindahan pengetahuan dari satu orang ke orang lain atau dengan cara media komunikasi yang terencana untuk menciptakan kegiatan belajar. Di dalam undang –undang No. 20 Tahun 2003 pun telah jelas tentang Sistem pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara[1]. Pendidikan sebagai suatu proses kesinambungan untuk memberdayakan manusia menjadi makhluk yang bisa bergaul ditengah masyarakat yang plural. Tidak hanya itu, dengan pendidikan maka akan tercipta kesejahteraan dan tingkat status sosial pun akan berubah lebih baik. Pendidikan akan bermakna jika ada tujuan yang jelas dan konkrit. Sebagaimana tercantum dalam bab II pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab[2]
Dengan adanya pendidikan, maka setiap individu memiliki investasi yang bernilai bagi kehidupanya kelak nanti. Pendidikan yang layak dan berkualitas itu merupakan harga mati bagi setiap negara diera modern saat ini, karena pendidikan adalah simbol kesejahteraan, keseteraan dan keselarasan individu ditengah masyarakat. Dalam UU sila kelima pun sudah jelas bahwa “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, dengan begitu seluruh rakyat Indonesia berhak mendapat keadian berpendidikan secara menyeluruh. Bukan hanya itu APBN 2013 pun menganggarkan dana pendidikan sebesar 20% yakni 336,8 triliun. Dengan angka segitu besarnya diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam hal akses pendidikan yang layak beserta sarana dan prasarana, sehingga tidak ada lagi alasan lagi bagi putra-putri Indonesia untuk tak bersekolah. Di samping itu paradigma tentang pendidikan itu harus dirubah yakni janganlah siswa-siswi hanya disuruh menghapal melainkan diajak untuk berpikir dengan cara memahami makna akan sebuah ilmu pengetahuan. Di harapkan dengan metode memahami makna pengetahun ia mampu menjadi seorang pemimpin bukan pengikuti, dan pastinya siswa-siswi harus dibiasakan untuk bersikap kreatif dan inovatif. Pendidikan karekter pun itu penting bagi peserta pendidik, karena merupakan tiang atau identitas sebuah bangsa.
Di hari pendidikan ini seharus seluruh komponen bangsa bisa merefleksikan betapa pentingnya sebuah pendidikan bagi kemajuan, peradaban, dan tidak lupa juga peran iman dan taqwa untuk menciptakan manusia atau insan yang unggul berbudi pekerti luhur. Pendidikan bukan hanya bisa dinikmati oleh kelas borjois, melainkan kelas proletar atau rakyat biasa pun bisa mengenyam pendidikan sepenuhnya. Pendidikan pun merupakan aset atau investasi bangsa bagi generasi penerus, sehingga bangsa ini pun mampu memproduksi bukan hanya bersifat konsumtif. Segala sesuatu yang telah diperjuangkanpara pahlawan pendidikan diharapkan mampu dipelihara, dijaga, dan dilestarikan untuk kepentingan bangsa dalam hal dunia pendidikan dan kebudayaan. Bangsa Indonesia harus bisa belajar,belajar dan belajar dengan bangsa yang lebih maju tanpa harus menghilangkan identitas Pancasila.

#Selamat Hari Pendidikan Nasional Buat Bangsa Indonesia Tercinta 

#2Mei2013



[1] Direktorat Pendidikan Masyarakat, Buku Panduan Umum Keaksaraan, Dirjen Pendidikan Non-Formal dan Informal, Jakarta, 2010, hal 1
[2] Ibid, hal 5

Minggu, 21 April 2013

Aktualiasasi Semangat Kartini Era Modern


Pada hari ini tepat tanggal 21 April seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali kaum wanita memperingati Hari Raya Kartini. Dalam kesempatan kali ini penulis ingin menjelaskan sedikit tentang sosok wanita cerdas yang di lahir dari rahim Ibu Pertiwi Indonesia yakni adalah Raden Ajeng Kartini atau yang biasa kita kenal sebagai R.A Kartini. R.A Kartini lahir tanggal 21 April 1879 yang merupakan keturunan priyai atau kelas bangsawan jawa, putri Raden Mas Sosroningrat Bupati Jepara kala itu. Kemudian ibu R.A Kartini bernama M.A Ngasirah  yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Seiring berjalannya waktu, R.A Kartini menikah dengan Bupati Rembang Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Anak pertama dan terakhir R.A Kartini adalah RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari setelah melahirkan, tepatnya tanggal 17 September 1904 R.A Kartini meninggal dunia diusia yang terbilang sangat muda yaitu 25 tahun. Kartini pun dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang, Jawa Tengah. Di era Presiden Soekarno, ia mengeluarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdakan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.
Banyak semangat positf yang bisa ditularkan oleh generasi penerus bangsa ini, khususnya para wanita Indonesia untuk bisa mengaktualisasikan dengan cara hadir diruang publik. Adapun sudat pandang semangat Kartini yakni memberikan ide, gagasan, ataupun yang berorientasi kepada pemberdayaan wanita dan kesetaraan gender. Kartini adalah sebagian pendekar wanita Indonesia yang ingin mengangkat status sosial wanita, yang bukan hanya dilihat dari kacamata domestik, yaitu dapur, kasur dan sumur. Wanita era abad 21 pun berhak mendapat kesempatan untuk bisa berpendidikan tinggi, berpartisapasi dalam dunia politik, budaya, sosial dan pastinya juga tidak selalu didiskriminatif oleh situasi. Hari Kartini ini bukan hanya dijadikan simbol “pakaian kebaya” namun lebih dari itu, refleksi untuk bisa memanusiakan-manusia dengan cara tidak ada lagi isue tentang kekerasan KDRT, dikrimatif wanita, pemerkosaan dan lain sebagainya. Wanita sendiri adalah manusia yang sangat mulia dan harus dihormati, dikarenakan mereka itulah yang mampu mendidik, mengajak, menasehati generasi penerus bangsa dengan cara kelembutannya. Bukan berarti peran Bapak atau Ayah tidak perlu, namun semuanya itu sangat bersinergi untuk menciptakan dan menghasilkan generasi yang ber-IMTAQ sehingga bangsa ini memiliki karekter kuat negara beradap sesuai dengan nilai Pancasila.
 Di abad 21 ini pun banyak kegiatan untuk memperingati Hari Raya Kartini oleh berbagai elemen bangsa, yang orientasinya adalah mengupayakan bahwa wanita Indonesia itu harus bisa seperti R.A Kartini yang bisa melakukan sesuatu kepada bangsa ini tanpa ada sekat atau penghalang untuk berkreasi,berekspresi dan berkarya. Seharusnya dengan semakin pesatnya informasi dan education terhadap semangat Kartini membuat peran wanita Indonesia bisa memberi kontribusi bagi bangsa dan diharapkan dapat menularkan virus paradigma positif terhadap perkembangan zaman. Wanita modern saat ini haruslah berpikir dinamis dan itu merupakan semangat yang diperjuangan Kartini ketika diera sebelum kemerdekaan. Ia berani menentang kesejangan wanita, perbudakan wanita, dan eksploitasi wanita guna mengangkat martabat wanita kearah kesejahteraan dalam hal berpikir dan bersikap mandiri.
Wanita diera modern bukan hanya sebagai penonton atau pelengkap, melainkan ia mampu berpikir atau terlibat dalam berbagai kegiatan bermasyarakat. Terlebih wanita itu harus menjadi agen perubahan dalam kancah globalisasi, sehingga tidak merasa kalah bersaing dengan kaum laki-laki. Kelembutan wanita bisa dijadikan media ketegasan dalam hal bersikap dan berpikir. Memang perkembangan zaman telah memberi ruang bagi wanita itu bisa hadir diberbagai ruang publik, namun itu tidak serta-merta membuat keberadaan wanita merasa aman dalam hal bertindak. Konflik atau tindakan kekerasan yang berujung pada wanita pun masih sering kita jumpai dewasa ini. Di harapakan dengan adanya Hari Kartini ini, semua wanita Indonesia bisa berperan dalam aktualisasinya masing-masing dan bisa pula menjadi inspirasi bagi banyak orang. Penulis pun mengucapakan Selamat Hari Kartini kepada seluruh wanita Indonesia.  Semoga nilai, semangat, dan cita-cita beliau untuk mengangkat martabat wanita Indonesia bisa ditercapai diabad 21 ini. #Merdeka!!!  

Senin, 08 April 2013

Happy Anniversary PADI to 16 Years


Tepat hari ini tanggal 8 April 2013 Padi merayakan hari jadinya yang ke-16. Band yang digawangi oleh lima personil ini yakni: Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drume). Band ini pun terbentuk di Surabaya melalui pertemanan kampus yang awal mulanya bernama Soda dan akhirnya mereka berlima menyepati untuk berganti nama dengan  nama Padi. Padi itu sendiri memiliki filosofi semakin tinggi maka semakin merunduk dan terbukti dengan sikap mereka semua yang rendah hati. Awal kemunculan Padi itu terjadi pada tahun 1998 dimana mereka tergabung dalam album kompilasi Indie-Ten Sony Music. Ada sepuluh band yang beruntung untuk ikut album kompilasi tersebut termasuk Padi. Lagu berjudul “sobat” merupakan singel jagoan mereka padahal sebelumnya mereka mengirimkan demo lagunnya berjudul “demi cinta”, namun karena menurut label lagu “sobat” itu cocok untuk dimasukan ke album kompilasi tersebut. Dan ternyata benar dengan lagu “sobat” mereka mulai dikenal oleh masyarakat, sehingga di 28 April 1999 mereka diajak menjadi band pembuka GIGI di Gedung Kesenian Jakarta. Masih ditahun yang sama mereka dipercaya oleh label untuk membuat album pertama yang berjudul –Lain Dunia. Di Album pertama ini terdapat sepuluh lagu. Singel lagu pertama mereka berjudul “Sudahlah”, lalu dilanjutkan singel kedua “Seperti Kekasihku” dan ketika singel ketiga “Begitu Indah” dan singel keempat “Mahadewi” diluncurkan barulah mereka benar-benar dikenal oleh kuping masyarakat Indonesia.
Dan puncaknya pun ketika mereka merilis album kedua ditahun 2001 yang berjudul-Sesuatu Yang Tertunda, dimana di album tersebut mereka berhasil menjual album sebanyak 1,7 juta keping dan mendapat 10 platium ditahun 2002, itu merupakan prestasi yang luar biasa bagi sebuah band Indonesia dan khususnya buat mereka berlima. Di album kedua ini terdapat sepuluh lagu dengan singel pertama “Sesuatu Yang Indah, Kasih Tak Sampai, Semua Tak Sama dan masih banyak lagu lainnya yang harus dimiliki setiap sobatpadi (sebutan fans bagi mereka). Di album kedua ini pun mereka mendapat berbagai macam penghargaan baik dari dalam dan luar negeri. Di tahun 2002 pun mereka dipercaya oleh Sony Music Indonesia untuk mengisi soundtrack album World Cup 2002 yang diisi oleh penyanyi atau band internasional. Di album kompilasi tersebut Padi mengeluarkan singel berjudul “work if heaven” yang diliriknya dibuat oleh Piyu.
Selanjutnya adalah album ketiga berjudul- Save My Soul yang rilis tanggal 18 Juni 2003. Memang antara album kedua dan ketiga itu jaraknya agak lama (22 bulan), namun itulah Padi band yang sangat konsen dalam menggarap konsep album. Mereka itu tidak mau melahirkan album yang sama dengan album sebelumnya, atau bisa dikatakan tidak ada sesuatu yang baru. Di album Save My Soul ini mereka melakukan terbosan dengan launching album di atas atap restoran cepat saji di daerah sarinah-sudirman. Banyak sobatpadi ataupun masyarakat umum yang menyaksikan mereka manggung. Padi adalah band pertama Indonesia yang manggung diatas gedung, namun tidak bisa dipungkiri bahwa inspirasi mereka manggung diatas gedung karena band Audioslave. Di album ini  memang terdengar berat bagi kuping Indonesia, karena lagu-lagu mereka ini sangat berbeda sekali dengan album-album sebelumnya. Namun mereka tidak takut untuk mengeluarkan sesuatu yang berbeda dengan tetap menjaga kualitas bermusik.  Di album ketiga ini mereka berkolaborasi sama musisi legend Indonesia yakni Iwan Fals dalam lagu “Sesuatu Yang Tertunda”. Memang Padi sangat ngefans sama om Iwan Fals karena dulu waktu jaman kuliah selalu membawakan lagu-lagu om Iwan Fals, disamping itu konsistensi bermusik Iwan Fals sangat dikagumi rakyat Indonesia. Memang di album ketika ini penjualan tidak selaris seperti album kedua, namun Padi mendapat doubel platium karena selama seminggu penjulan albumnya mencapi 500ribu keping. Ini adalah angka yang luar biasa didapat oleh band Indonesia dan itu dirasakan oleh Padi.
Di tahun 2004 Padi ikut terlibat dalam album tribute to Ian Antono yang digagas oleh Sony Music dan mereka  pun mengaransemen lagu mas Ian Antono yang berjudul “saksi gitar tua” Kemudian ditahun 2005 mereka merilis album keempat berjudul-Padi. Di album ini mereka comeback maksudnya kembali seperti ke album pertama dan kedua yang nunasa nge-pop tapi tidak meninggalkan karekter Padi itu sendiri. Di album ini mereka berisi 10 lagu dengan menjagokan lagu “Menanti Sebuah Jawaban”, “Tak Hanya Diam” dan masih banyak yang lainnya. Di tahun ini pula mereka ikut terlibat dalam album sosial (Kita Untuk Mereka) untuk bencana tsunami Aceh, dan lagu mereka berjudul “26 Desember”. Dua tahun berikutnya yakni tahun 2007 mereka mengeluarkan album kelima yang diberi judul- Tak Hanya Diam. Di album ini berisi sepuluh lagu dengan hits singel “Sang Penghibur, Harmony, Belum Terlambat” dan masih banyak lagi lagu lainnya. 
Tahun 2010 bulan Agustus di TMII adalah konser mereka terakhir sebelum menyatakan vakum hingga saat ini. Di mana konser tersebut adalah konser penutup sebelum datanganya bulan puasa, yang membuat para sobatpadi dan masyarakat umum menyaksikan kelima persinil itu beraksi didepan penonton. Memang sudah hampir tiga tahun lamanya Padi vakum, namun disela-sela vakumnya mereka sempet merilis album is the best ditahun 2012 yang merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik mereka disamping lagu baru yakni tempat terakhir. Anehnnya walaupun Padi vakum tapi lagu tersebut sempet menjadi chart di radio-radio seluruh nusantara.
Sebenarnya ketika ulang tahun ke 15 Padi hampir saja mengadakan konser mini bersama sobatpadi didaerah ciputat namun karena lain hal mereka gagal konser secara berlima utuh melainkan hanya : Fadly, Ari, Rindra, Yoyo dan dibantu additional gitar Yoseph. Ketika ulang tahun itu juga semua personil datang untuk menemui para sobatpadi dan temu kangen berupa foto bareng, tanda tangan tak bisa lewati oleh segenap sobatpadi seluruh Indonesia.
Di ulang tahun ke 16 ini yang rencananya akan digelar di kota pelajar yaitu Jogjakarta pada tanggal 27 dan 28 April 2013. Di harapkan personil Padi bisa kumpul dan pastinya bisa mengadakan konser untuk menghibur rasa kangen sobatpadi terhadap mereka berlima. Acara ini pun diikuti hampir seluruh sobatpadi se-Indonesia. Penulis berharap Padi bisa comeback lagi, berkarya lagi, konser lagi dan pasti sobatpadi akan tetap setia mendukung kalian berlima (Fadly,Piyu,Ari,Rindra dan Yoyo) untuk tetap eksis dibelantikan musik Indonesia. Happy Anniversary My Band Favourite To Padi 16 Years.    


Salam Damai

Selasa, 01 Januari 2013

Refleksi Akhir Tahun



Akhirnya pergantian tahun pun tiba, dimana tahun 2012 kini sudah berlalu dan berubah menjadi tahun 2013. Di tahun yang lalu (2012) banyak kenangan, kisah, pengalaman baik dan buruk, manis dan pahit terangkum dalam setiap memori individu seseorang. Biasanya setiap awal tahun seseorang itu melakukan sebuah resolusi, target ataupun keinginan yang ingin dicapainya pada tahun baru ini. Tidak lupa juga seseorang pun biasa melakukan refleksi (evaluasi diri ) akhir tahun, dengan cara melihat apa saja yang telah dilakukan sehingga berhasil atau belum berhasil ditahun sebelumnya, dan apa saja yang belum dilakukan di tahun tersebut dengan harapan ditahun depan terlaksana.
Memang ditahun yang lalu (2012) itu banyak segala macam issue yang mendera bumi ini, baik itu issue global worning, konflik agama, politik, budaya, sosial dan issue kemanusian yang hingga saat ini belum tuntas. Adapun issue yang baru beberapa pekan terakhir muncul kepermukaan yakni issue kiamat menurut kalender suku maya yang jatuh pada tanggal 21 Desember 2012 hari Jumat. Namun alhasil issue tersebut tidak benar karena dibelahan bumi manapun tidak terjadi kiamat yang ditakutkan sebagian besar umat manusia. Mungkin hanya orang bodoh yang mempercayai kiamat itu akan datang pada tanggal tersebut. Memang kiamat itu akan datang tapi tidak seorang pun termasuk Nabi yang tahu kapan tiba kiamat itu. Di era modern seperti saat ini pun tidak menjamin seseorang berpikir secara rasional, ada juga yang berpikir secara irrasional dengan alasan tertentu.
Di tahun baru ini pun banyak prediksi atau ramalan yang membuat sebagian orang percaya ataupun menanggapinya secara biasa, santai bahkan ada pula yang menghiraukan ramalan tersebut. Mereka yang menghiraukan ramalan tersebut, hanya bisa berusaha sekuat tenaga demi mendapatkan hasil yang terbaik dan tidak lupa didorong oleh doa dan terakhir adalah pasrah. Kita sebagai manusia hanya ditugaskan untuk melakukan yang terbaik dengan cara berusaha, berdoa dan pasrah. Insya Allah itulah yang bener-benar terbaik didapat seseorang.  Semoga ditahun yang baru ini kita semua mampu menjadi pribadi yang baik dan pastinya sukses didunia dan akhirat… 

Selasa, 18 Desember 2012

Kontestasi Lagu Dalam Budaya Industri

                             

Latar Belakang

Lagu merupakan sebuah media penyampaian yang bersifat abstrak, dan lagu pun bisa merubah struktur kehidupan individu menjadi lebih bermakna, serta bisa mengingat sebuah kenangan, bisa merubah dunia menjadi lebih damai, dan bisa juga menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Dalam kesempatan kali ini penulis mencoba mengkaji fenomena lagu – lagu masa lalu yang kerap muncul disaat sekarang ini.  Tidak hanya itu, penulis pun mengamati beberapa dampak dari adanya lagu masa lalu yang dicoba diangkat kembali dengan aransement modern ataupun didalam peristiwa-peristiwa tertentu. Ada beberapa point yang akan ditelaah dalam tulisan ini. Pertama, mulai dari sejarah perkembangan lagu. Kedua, ruang lingkup lagu masa lalu yang kembali di arasnemen oleh musisi, atau penyanyi muda, kemudian lagu lama yang kerap hadir dibeberapa peristiwa atau moment tertentu sebagai soundtrack. Ketiga, manfaat  pencipta lagu bagi para musisi atau penyanyi yang mencoba membawakan lagu tersebut dan sebaliknya. Keempat, lalu hubungankan teori sosiologi kebudayaan yang relevan dengan fenomena kembalinya lagu- lagu masa lalu yang kerap muncul. Dan yang terakhir adalah kesimpulan penulisan.
Tulisan ini dibuat berdasarkan studi histories berdasarkan buku, jurnal, majalah, dan karya ilmiah. Tulisan ini merupakan tugas untuk Ujian Akhir Semester dalam mata kuliah Sosiologi Kebudayaan.

Sejarah Lagu

Pada awalnya lagu adalah sebuah mahakarya yang bisa dinikmati oleh setiap individu. Baik itu kelas menengah keatas, menengah, dan menengah kebawah. Karena pada dasarnya lagu adalah alat penghibur disaat kita senang, gembira, sedih, ataupun duka. Dahulu lagu hanya disajikan atau ditampilkan untuk para raja sebagai penghibur. Namun seiring berjalanya waktu, kini lagu tidak hanya disajikan atau ditampilkan untuk raja melainkan untuk semua kalangan masyarakat. Sudah ada pergeseran makna yang lebih luas. Tidak hanya itu, sekarang lagu bisa dijadikan sebagai alat komoditi atau adanya basis materil.[1]
Di zaman teknologi seperti saat sekarang, media lagu bisa digunakan sebagai nada dering handphone atau yang lebih dikenal dengan RBT ( ring back tone ). Inilah salah satu dampak dari modernisasi, sehingga diperkuat dengan perubahan sosial masyarakat. Banyak lagu-lagu anak negeri yang telah menggunakan media-media yang popular, sehingga terlihat adanya sebuah ajang kontestasi lagu-lagu tidak terkecuali lagu-lagu lama. Menurut Marx, sejarah adalah suatu proses penciptaan dan pemuasan, serta penciptaan ulang dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang terus menerus[2]. Di era modern ini pula, penjualan musik secara digital telah mengalahkan penjualan secara fisik, situasi ini mengakibatkan RBT menjadi penentu popular tidaknya sebuah lagu[3]. Ada juga penjelasan ketika band yang fenomenal Peterpan bekerja sama oleh perusaahaan telokomunikasi terbesar di Malaysia. Di sini terlihat sekali bahwa peran pop budaya sangat terasa pada band asal Indonesia ini. Mengingat di tahun 2007, band ini lagi mendapatkan kepopulerannya sehingga bisa membius masyarakat Malaysia dan Indonesia. Di sini Peterpan sebagai perusahaan baru 'kekuatan ikon " dan itu merupakan bagian dari strategi pemasaran. Memang dalam hal ini konsumen sangat dimanja oleh perusahaan telokomunikasi ini dengan cara, bisa mendownload lagu-lagu peterpan di album “Taman Langit dan Bintang di Surga”.

Lagu Lama yang Kembali di Publikasi atau di Angkat Kembali

            Dalam kajian ini penulis mencoba mengamati beberapa lagu masa lalu yang kembali muncul. Di era industri musik yang telah maju saat ini, para musisi, artis, atau penyanyi mencoba melakukan eksistensinya dengan cara –cara popular, seperti membawakan lagu – lagu lama dengan nuasan kekinian. Namun ada pula dengan cara lain yaitu suatu penghormatan kepada musisi atau penyanyi senior dengan bertema “tribute to”. Tidak hanya itu ada lagu-lagu lama yang muncul di moment- moment tertentu.
            Penulis mencontohkan beberapa lagu lama yang coba dibawakan kembali oleh penyanyi oleh generasi sekarang. Seperti lagu ciptaan Keenan Nasution[4], yaitu nuansa bening yang dipopulerkan kembali oleh Vidi Aldiano dengan aransemen yang kekinian atau modern. Kemudian lagu dari band rock Indonesia”Goodblest” yang dibawain kembali oleh Ari Lasso, dengan judul Huma Di Atas Bukit. Dan masih banyak lagi para musisi yang membawakan lagu –lagu lama dengan arasenmen baru. Tidak hanya disitu, lagu-lagu lama Iwan Fals sering pula diperdengarkan dikala hegomoni pemilihan umum. Seperti salah satunya lagu “surat buat wakil rakyat”[5]. Lagu tersebut sangat popular dan melekat bila dihubungkan dengan nuasan politik. Tak ketinggal juga lagu yang hadir pada saat bencana alam yaitu lagu “Ebiet G.Ade” yang berjudul Untuk Kita Renungkan. Lagu tersebut hampir kita dengarkan dikala bangsa ini terkena musibah. Seperti contoh musibah gempa tsunami yang menghemparkan Aceh dan daerah Sumatra sekitarnya. Di stasiun Televisi seakan tak lupa menjual lagu Ebiet G.Ade, untuk mengingatkan kita akan kebesaran Sang Maha Pencipta. Memang fenomena munculnya lagu lama itu sangat menarik bila kita kaji, kenapa akhirnya bisa muncul kembali.
            Pop Budaya sering dimaksudkan untuk objek hiburan dan komoditas keuntungan. Namun ada kasus yang menjelaskan po budaya dirancang untuk membuat pernyataan politik, itulah yang terjadi pada beberapa musik Iwan Fals di tahun 1980-an sampai 1990-an. Hanya Iwan Fals yang berani mengemukakan pendapat politiknya lewat lagu –lagunya diera lampau. Tetapi dalam tiga dekade terakhir, lagu yang awalnya telah dimaksudkan untuk menjadi murni hiburan sering diakuisisi politik. Dalam lingkungan politik Indonesia hampir tidak membutuhkan penjelasan karena tidak mungkin seni dan budaya dibebaskan dari kontestasi politik dalam masyarakat luas.
            Ada pula fenomena lagu lama yang kembali muncul dengan nuansa religi yaitu band Gigi yang membuat album bertajuk “Raihlah Kemenangan (Repackage” di tahun 2005)[6]. Di album tersebut banyak lagu-lagu lama yang kembali diangkat dengan tema anak muda sekarang. Seperti lagu “Tuhan” karya Sam Bimbo. Tdak hanya itu, lagu ”Perdamain” hasil karya H. Abu Ali Haidar, yang dulu dipopulerkan dengan gaya musik gambus oleh kelompok qasidah dan kini diramu dengan gaya rock ultra modern oleh GIGI. Memeng ketika awal pemunculan album ini ada yang pro dan kontra. Mungkin nilai religinya agak sedikit hilang tapi itulah musik bahasa atau alat yang universal. Namun karena momentnya tepat pada bulan puasa, banyak sekali lagu-lagu lama yang bernafaskan agama, para musisi, penyanyi ataupun artis mengikuti budaya ngepop tersebut. Dan disinilah industri mencoba meraup keuntungan dari hegomoni tersebut.
            Tidak hanya lagu –lagu Indonesia saja yang di angkat (recycle), namun lagu barat atau luar negeri pun tak kalah fenomenal, seperti yang terjadi pada lagu “Mustafa” karya Queen. Yang kembali dipopulerkan oleh Ahmad Dhani dengan bandnya yaitu The Rock Indonesia ( triad ). Menurutnya banyak sekali lagu –lagu lama luar negeri yang bagus sehingga tidak ada salahnya merecycle lagu-lagu lawas terebut[7].  Lain hal dengan group St12 yang kembali mengangakat lagu lama yang bernuasa melayu yaitu lagu “Isabella” milik band Search asal Malaysia. ST12 merasa terhormat bisa membawakan lagu yang pernah tenar di era 80-an. Apalagi dengan kondisi hubungan diplomatik kedua negara yang sedang terganggu akhir-akhir ini[8]. Tak hanya itu, Peterpan yang notebenya band papan atas pun mencoba peruntunganya kembali dengan mengangkat lagu lama di album terahirnya yaitu lagu ciptaan Tito Sumarsono yang dulu pernah dibawakan oleh Chrisye dan Atiek CB yang berjudul “Kisah Cintaku”[9].
            Berikutnya adalah lagu dari Gomblo yang berjudul Madu dan Racun di tahun 1985, kembali dipopulerkan oleh J-Rocks saat sekarang ini. Bila dilihat arasenmennya, itu berubah 99% dengan tema rock yang lebih kental, temponya naik, dan pasti bikin jingkrak - jingkrak. Lalu lagu elfa's singer yang judulnya 'pesta', kembali diangkat oleh band Rocket Rockers yang genrenya pop punk. Mungkin yang cukup dikenal adalah ketika lagu duet Broery Marantika dengan Dewi Yull yang berjudul “Jangan Ada Dusta Di Antara kita” pernah ngehist di tahun 1990-an di aransemen oleh band Angkasa. Lalu-lagu lama yang cukup sukses, “Badai Pasti Berlalu” hasil garapan Eros Djarot dan Jockie Sorjoprayogo, yang dinyanyikan Chrisye pada tahun 1977. Sedangkan versi terbarunya yang dicoba dibuat ulang, justru kurang berhasil menyainginya, meski Chrisye bersama Erwin Gutawa mengemas kembali lewat album Millenium Badai Pasti Berlalu (Musica Studio’s/1999), dan juga Ari Lasso berserta kawan-kawan menyanyikan ulang dengan aransemen Andi Rianto (Sony BMG/2007).
Tidak hanya di Indonesia saja lagu lama yang di aransemen kembali, namun di luar negeri ada. Seperti lagu Phil Collins dengan A Groovy Kind of Love (Buster/1990) yang dahulu dipopulerkan Mindbanders (1966). Kemudian lagu King Of Pop (Michael Joseph Jackson) yaitu Beat it, yang dipopulerkan kembali oleh fall Out Boy featuring John Mayer di tahun 2007. Dan masih banyak lagi lagu-lagu lama yang di kemas secara baru oleh musisi atau penyanyi sekarang. Memang terkadang lagu recycle menjadi salah satu senjata pamungkas untuk membuat band atau penyanyi meraup kepopuleritasnya. Namun disisi lain, terkadang orang-orang juga berpikir bahwa ide me-recycle lagu tempo dulu itu membuat band atau penyanyi itu seakan-akan sudah kehabisan materi lagu. Tapi semuanya kembali lagi ke kita, tergantung bagaimana cara kita menikmati lagu recycle mereka semua.
Isu yang berkembang bahwa musik Indonesia mengalami degradasi yang cukup memprihatikan, karena musik yang notabenya adalah hasil karya seni yang tulus agak sedikit luntur. Banyak musisi atau penyanyi yang ikut-ikutan tren atau mengikuti budaya ngepop. Misalnya sekarang lagi ngepop atau lagu bertemakan cinta dengan nada-nada yang sedikit melayu kemudian para pelaku musik atau musisi mengikutinya tanpa melihat kualitas yang ada. Mereka hanya berorientasi pada materi semata dengan keuntungan yang banyak.

Adanya Konsep Pencitraan Lagu Lama

            Dalam kajian berikutnya penulis akan mengkaji beberapa lagu lama yang diangkat kembali. Yaitu konsep pencitraan lagu lama, artinya munculnya lagu-lagu lama yang bertitel “tribute to”. Memang konsep album “tribute to” bagi para musisi atau penyanyi sekarang adalah sebuah rasa penghormatan atau apresiasi bagi pembuat sejarah industri musik Indonesia.  Di antara lagu- lagu lama yang coba dikemas secara apik oleh musisi sekarang adalah album Erwin Gutawa yang berjudul Salute to Koes Plus/Saudara[10]. Di mana album Erwin Gutawa ini, ia mencoba mengajak musisi atau penyanyi sekarang berkolabarasi dengan tema orkestra. Tidak hanya album ini saja yang coba diangkat lagu-lagu lama ke era kini. Album berikutnya pun, Erwin Gutawa kembali mengangkat lagu- lagu lama yang beraliran rock, yaitu album berjudul "Rockestar”[11].  Konsep ini  bisa dibilang- unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang symphonic sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi orkestra ketika beradaptasi di dalam musik rock. Adapula album tribute to Titik Puspa, yang salah satunya lagunya dibawakan kembali oleh band yang fenomenal yaitu Peterpan dengan judul “Kupu-Kupu Malam”.
Tak sampai disitu saja lagu-lagu lama itu diperdengarkan kembali. Seakan industri musik  mengkonstruksi bahwa lagu-lagu lama bisa diambil keuntungan dari segi bisnis.  Kini album-album yang berisi lagu –lagu lama seakan mengingatkan kita bahwa negeri ini memiliki anak bangsa yang kreatif dan inivatif. Dan terkecuali album ”tribute to Ian Antono” [12]. Di mana lagu-lagu lama karya Ian Antono kembali diperdengarkan dengan versi baru. Seperti judul lagu “Rumah Kita” yang dulunya pernah dibawakan oleh group rock Godbless. Kini dibawakan kembali dengan mengggandeng musisi atau penyanyi muda dengan gaya atau arasement yang baru. Seakan menghidupkan kembali musik rock yang telah mati suri karena tergurasnya musik industri yang selalu mendoninasi.
Di satu sisi, bagi penyanyi atau musisi yang membawakan lagu –lagu lama sekan bangga. Karena diberi kesempatan untuk mengekpresikan sebuah lagu lama dengan konsep baru. Tidak hanya itu, bagi penyanyi baru ini merupakan batu loncatan dengan cara meraup keuntungan membawakan lagu lama yang sempet menghilang. Mungkin dari segi kretifitas agak sedikit dipertanyakan, kenapa harus membawakan lagu lama/lawas untuk berdongkrak kepopuleran. Itulah pertanyaan yang sentimen yang diajukan bagi artis, penyanyi atau group band yang membawakan lagu-lagu lama tersebut.  

Hubungan Sosiologi Kebudayaan dengan Lagu Lama yang Muncul

            Lagu adalah sebuah perwujudan seni yang tercipta dari beberapa nada-nada, yang dikemas dengan balutan jiwa sehingga menghasilkan sebuah rasa yang harmonis. Di dalam lagu itu pula tersimpan sebuh ungkapan, isyarat, makna, pesan atau simbol. Yang mungkin diperuntukan bagi para penikmat lagu. Dalam hal ini nilai sosial budaya dipengaruhi oleh: Marxisme, psikoanalisa, dan sosiologi. Apalagi didalam sebuah lagu, ada formasi sosial yang didalamnya yaitu: alat produksi, kekuatan produksi, dan hubungan sosial produksi ( mood of product ). Mungkin kita akan mengkaji lebih dalam sosiologi kebudayaan  dengan adanya fenomena lagu-lagu lama yang kerap muncul kembali di saat sekarang.
            Di balik sebuah lagu itu tak terkecuali lagu lama, pasti ada nilai-nilai kapitalisme didalamnya. Pemilik modal atau dalam hal ini perusahaan rekaman ingin menciptakan sebuah keuntungan besar didalam arus industri musik. Fenomena munculnya lagu-lagu lama ke permukaan tidak lepas dari adanya basis material, yaitu adanya promosi, distibusi, dan konsumsi. Nilai-nilai tersebut harus berjalan beriringan agar sebuh produksi dalam hal ini lagu dapat terealisasi dengan baik. Kita bisa lihat bagaimana sebuah lagu lama bisa berhasil melejit kembali dengan adanya nilai basis material. Contoh kasus dimana pada awalnya orang tidak mengenal Vidi Aldiano. Namun sekarang ia cukup dikenal luas oleh masyarakat karena lagu lama yang berjudul “Nuansa Bening”. Memang berbeda bila kita mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Keenan Nasution, namun sang aranjer dalam hal ini Aminoto dan Tohpati memberi nuansa yang berbeda dari penyanyi aslinya. Dalam aransemen baru, Vidi Aldiano mencoba mengkemas dengan cara black music (menyelipkan rap). Alhasil lagu tersebut menjadi penikmat musik di tanah air. Di sini terlihat bagaimana sebuah lagu diproduksi dengan baik dan oleh para aranjer yang profesional didalam bidangnya.
Tidak hanya berhenti disitu, promosi demi promosi terus berjalan mulai dari pembuatan vidioklip, album, iklan, busana hingga sampai acara manggung. Setelah album atau lagu itu digarap maka langkah berikutnya distribusi. Yaitu tugas perusahaan rekaman mendistribusikan lagu-lagunnya ke berbagi toko kaset, radio dan bisa juga bekerja sama dengan provider telekomunikasi. Biasanya hasil kerja sama itu adanya kesepakatan Ring Back Tone (RBT). Yang merupakan salah pendapatan penyanyi atau pencipta lagu. Mengingat pembajakan yang sudah  merajalela. Kemudian konsumsi, disini bisa lihat sejauhmana lagu tersebut berhasil diterima atau tidak oleh masyarakat. Adanya konsumsi berarti kekuatan sebuah lagu itu terlihat.
Fenomena munculnya lagu lama yang kembali di aransemen merupakan pop budaya adalah demi mencari keuntungan besar. Apalagi industri musik kitalah yang berperan menciptakan pop budaya tersebut, karena dialah pemilik modal. Dalam hal ini musisi atau penyanyi yang mengaransem lagu lama di tuntut pula kreatifitasnya dalam melahirkan gagasan dan ide-ide yang berguna bagi pertumbuhan industri musik tanah air. Proses kreatif adalah perkembangan atau konsekuensi dari ide berpikir kritis untuk menyelamatkan dan menyempurnakan penampilan dari isi pikiran agar tidak menyusut dan berubah ketika menjadi produk. Ini merupakan sebuah terobosan bagi para penyanyi, musisi untuk kembali di kenal masyarakat dengan cara mengangkat lagu-lagu lama.
            Menurut Raymod Willeems, kebudayaan terbagi menjadi empat bagian: pertama, individual habbit. Kedua, pembangunan/intelektual masyarakat. Yang ketiga, seni, dan yang terakhir cara pandang hidup masyarakat. Dari penjelasan Raymon diatas, seni dalam hal ini seni musik merupakan nilai budaya yang melekat dengan suatu bangsa. Seperti pop budaya yang terjadi di Indonesia, lagu-lagu yang  feminisme lebih laku ketimbang maskulin. Itu terkonstruksi dengan situasi yang ada.
            Tapi bukan berarti lagu-lagu beraliran keras atau lirik-lirik selain cinta tidak diterima masyarakat. Contohnya saja Iwan Fals di era tahun 1980-an hingga 1990-an, dimana lagu-lagu bertema politik cukup diterima masyarakat walaupun membuat panas telingan pemerintah. Bila lagu-lagu yang tidak mengikuti mainstrem pop budaya niscaya akan tak akan bertahan lama. Lagu-lagu lama atau lawas memang memiliki keuntuangan sendiri, bila kembali hadir di dalam industri musik saat ini. Mungkin salah satunya adalah pengakuan atau eksistensi lagu lama tersebut yang tak lekang dimakan waktu.
            Kesenian adalah sebuah aset negara, salah satunya lagu yang merupakan alat penghibur bagi para penikmat. Lagu pun bisa menggiring kegiatan politik, contohnya ketika Pilpres tahun 2004. Di mana salah satu pasangan calon, Sby sering menyanyikan sebuah lagu disela-sela kampanye, maka ia ikut menjadi bagian dari pop budaya. Ketika itu ia ( Sby ) sering menyanyikan lagu dari ”Jambrut” yang berjudul ada ”pelangi dimatamu”.  Saat kini masyarakat telah digiring oleh pelaku industri untuk ngikuti pop budaya dengan cara menampilkan lagu-lagu yang kembali muncul dengan versi atau aransemen baru.
            Bila kita amati, lagu-lagu lama yang kembali muncul ke permukaan bersifat homogen, yaitu sama (ngepop). Dengan mendaur ulang lagu lama bisa pula membaikan situasi politik antar negara. Contoh ketika lagu yang berjudul ”Issbella” yang dimiliki oleh musisi Malaysia, di aransemen kembali oleh St 12. Seakan mendingan situasi politik kedua negara tersebut. Mulai dari kusus TKI yang di lakukan semena-mena oleh warga Malaysia, hingga perubatan kasus ambalat. Tidak hanya itu, Siti Nurhalizah yang notebenya adalah penyanyi Malaysia yang lagu-lagunya banyak disukai oleh masyarakat Indonesia, mengatakan bahwa musik itu adalah universal. Pop budaya telah membawa lagu-lagu lama ke tangga kepopularitas, sehingga menimbulkan kontestasi lagu-lagu lama yang kerap muncul ditengah industri, dan tidak mungkin berjalan tanpa ada hubungan basis material.

Kesimpulan
          Dalam kesimpulan kali ini penulis menyampaikan bahwa, lagu adalah sebuah media penyampaian yang didalam terdapat nada-nada sehingga menimbulkan kehormonisan. Lagu yang pada awalnya adalah sebagai wanaha menghibur para raja-raja, telah mengalami pergeseran makna yaitu bukan hanya raja saja yang bisa menikmati lagu tetapi masyarakat pada umumnya pun bisa dinikmati.
 Seirng berjalannya waktu, lagu bukan hanya bisa dinikmati dengan menonton pertujukan musik tetapi bisa dapat digunakan melalui media handphone dengan "ring back tone” (RBT). Dari penjelasan diatas mengenai fenomena lagu-lagu lama yang kerap muncul saat sekarang ini dipengaruhi adanya basis material yang terdiri dari; promosi, distribusi dan konsumsi[13]. Tiga elemen ini menentukan sebuh produksi lagu, tidak terkecuali lagu-lagu kini. Tidak hanya itu saja, pop budaya yang mengangakat lagu-lagu lama k era kini menimbulkan sebuah pergolakan di ranah industri musik tanah air. Seakan para pelaku industri tahu betul memainfaatkan pop budaya tersebut, walaupun ada pro kontra dalam penggarapan lagu-lagu lama ke versi baru. Misalnya, para musisi atau penyanyi sekarang telah kehabisan ide membuat lagu, oleh sebab itu mereka berupaya melakukan eksistensi dengan cara mendaur atau mengaransemen lagu-lagu lama dengan konsep kekinian. Banyak cara guna meraih simpati masyarakat yaitu dengan menggunakan lagu-lagu lama yang dikemas baru. Bila dilihat dari sudut pandang promosi, penyanyi  atau musisi bisa menggunakan media televisi untuk pemasaranya. Mengingat acara musik di layar kaca semakin banyak dan bervariasi. Akan tetapi menghilangkan peran distribusi didalamnya. Dengan begitu masyarakat mau mengkonsumsi lagu-lagu tersebut atas dasar tahu.  Masyarakat pun bisa digiring dengan kehadiran pop budaya yang pada dasarnya adalah pengikut trend.





                                    DAFTAR PUSTAKA
Giddens, Antony. Kapitalisme dan Teori Sosial Modern
Alfian. Transformasi Sosial Budaya Dalam Pembangunan Budaya. Penerbit: Universita Indonesia.
Wijaya, Putu. Esai-Esai Budaya. Penerbit: Bentang Budaya.

Sumber lain:
Internet
Majalah Rolling Stone. Edisi 61 Mei 2010.
www. Detikmusik.com
Bahan kuliah Sosiologi Kebudayaa.
Tulisan Ariel Heryanto. Populer Cultur In Indonesia





[1] Menurut penjelasan marx, adanya promosi, distribusi, dan konsumsi dan dipertegas oleh penjelsan Pak Robertus Robert dalam kuliah Sosiologi Kebudayaan. 
[2] Penjelasan dari buku Antony Giddens yang berjudul Kapitaslisme dan Teori Sosial Modern.
[3] Berdasarkan sumber di majalah Rolling Stone, edisi 61 bulan Mei 2010.
[4] Lagu tersebut pertama kali di tahun 1978.
[5] Lagu ini ada di album Wakil Rakyat, di tahun 1987 oleh Perusahaan Rekaman Musica.
[6] Album ini berisikan 12 lagu.
[7] Hasil dari wawancara majalah Rolling Stone dengan  Ahmad Dhani di edisi 61 bulan Mei 2010. Menurut Dhani, kenapa harus mendengar lagu saya sedangkan banyak lagu diluar yang bagus. Tidak hanya itu, Dhani pun menyanyi lagu “madu tiga” karya P.Ramlee. Dan dia pun berkomentar, tidak menyanyikan lagu tersebut kecuali saya (Ahmad Dhani )dan pengarangnya (P.Ramlee)
[8] Di akses Okezone.com tanggal 17 Juli 2009
[9] Lagu tersebut dapat dinikmati di album Peterpan “Sebuah Nama Sebuah Cerita”. Sebelumnya lagu ini pernah di populerkan oleh Chrisye pada 1990-an dan diaransemen Yongkie Suwarno.
[10] Di album ini Erwin Gutawa mengaransemen 19 lagu, yang banyak dibantu oleh para musisi Indonesia dan album ini dirilis tahun 2004 oleh Perusahaan rekaman SONY ENTERTAIMENT INDONESIA.
[11] Di album ini Erwin Gutawa mengaransemen 13 lagu, yang banyak dibantu oleh para musisi Indonesia dan album ini rilis tahun 2006 oleh Perusahaan rekaman SONY BMG INDONESIA
[12] Berisi kumpulan lagu-lagu lama karya Ian Antono, yang berisi 12 lagu yang di arasement ulang oleh musisi sekarang dan album ini dirilis tahun 2004 oleh Perusahaan rekaman SONY BMG INDONESIA
[13] Mood of product: alat produksi, kekuatan produksi, dan hubungan sosial produksi. 

Senin, 04 Juni 2012

Perkembangan Sepak Bola Modern Benua Biru


Sepak bola adalah cabang olah raga yang sangat diminati oleh seluruh lapisan dunia, tidak terkecuali oleh kaum hawa. Magnet sepak bola pun bisa menyihir seorang penonton  hingga kagum terhadap indahnya gocekan, penguasaan bola, dan yang pasti sepak bola bisa dijadikan budaya sebuah bangsa. Bila melihat dari kacamata modern, sepak bola khususnya kompetisi di benua biru sangatlah apik disaksikan. Bukan berarti merendahkan benua lainnya, akan tetapi benua biru merupakan olahraga sepak bola yang sudah dijadikan komoditas industri.

Kita bisa melihat bagaimana persaingan ketat liga-liga di benua biru. Memang setelah Spanyol menjuara Piala Eropa tahun 2008 dan Piala Dunia 2010, perkembangan sepak bola di ranah Spanyol sangat meningkat. Apalagi tim Nasional Spanyol merupakan pemain-pemain yang memiliki talenta berbakat, sebut saja Iniesta, Xavi, David Villa, Puyol, Fernando Torres dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu mereka kini patut diperhitungkan oleh tim dunia manapun tak terkecuali juara bertahan Brazil.   

Sejauh ini liga Spanyol merupakan liga yang terbaik di dunia saat ini, karena didalamnya terdapat pemain terbaik dunia yakni Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiona Ronalda (Real Madrid). Mereka berdua ini pun merupakan icon pemain luar Spanyol yang selama dua tahun terakhir ini mendominasi pencetak gol terbanyak di liga El-Matodor tersebut. Memang hingga terakhir ini Leonel Messi masih bercokol dipuncak daftar pencetak gol terbanyak yakni 50 gol, disusul dengan Cristiono Ronaldo 45 gol.

Kontestasi Tim Bintang
Memang untuk memperoleh pemain hebat dibutuhkan kemauan dan modal financial yang besar. Itu pun ditunjukan oleh tim putih ( Real Madrid) dengan mendatangkan pemain sekaliber, Cristiano Ronaldo, dengan nilai mencapau 96 jura euro dari Manchester United, Ricardo Kaka dengan 64 juta euro dari AC Milan dan masih banyak lagi pemain yang diboyong Real Madrid ke Bernabu. Tidak hanya itu pelatih hebat pun didatangkan yakni Jose Mourinho, yang telah melatih empat tim berbeda dengan sukses. Namun Real Madrid dan Jose Mourinho masih berhasrat untuk memperoleh gelar Liga Champion yang sudah lam tidak digenggam Real Madrid. Berbeda hal dengan Mou, ia ingin sukses melatih tim berbeda yang bisa meraih Piala Champion seperti kali menukangi Porto dan Inter Milan.
  Bagi Barcelona untuk bisa menjadikan pemain hebat itu cara yang terbaik adalah dengan akademi sepak bola. Dan itu terbukti dari beberapa pilar mereka yang merupakan asli didikan tim catalan tersebut, seperti, Lionel Messi, Fabregas, Xavi, Iniesta dan tentunya masih banyak lagi. Memang tidak ada yang salah membeli pemain hebat seperti yang dilakukan Real Madrid, namun langkah yang dilakukan Barcelona itu bisa dikatakan bijak, karena mereka ingin memproduksi pemain hebat yang bukan secara instan.
 Seperti diberitakan diberbagai media massa Spanyol bahwa musi ini adalah musim terakhir sang arsitek Pep Guardiola mengasuh Lional Messi dan kawan-kawan. Bagi Pep ini adalah keputusan terbaiknya setelah hampir selama tiga tahun lebih menukangi Barca dan berhasil meraih tiga belas piala bagi tim catalan tersebut. Ini adalah catatan terbaik seorang pelatih diera modern, dimana Pep berhasil memainkan sepak bola cantik yakni penguasaan bola yang tepat dan akurat sehingga indah dipandang.
 Memang sepak bola itu bukan hanya memainkan keindahan semata, akan tetapi sebuah kemenangan dan Pep pun pernah meraih semuanya dengan strategi jitu tersebut. Dengan menerapkan penguasaan bola yang banyak, Pep mampu kalahkan berbagai tim tak terkecuali Real Madrid. Namun strategi Pep tersebut sudah bisa dibaca lawan dan yang berhasil membacanya adalah pelatih Chelsea, Roberto De Matteo dan pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Mereka berdua menggunakan taktik yang pragmatis yakni yang penting menang bukan main cantik, dan itupun tidak disalahkan dalam sepak bola.
 Bukan hanya Real Madrid saja yang ingin membawa prestasi dengan membeli pemain besar, Chelsea pun tidak ragu dan sungkan untuk membeli pemain mahal seperti membeli Fernando Torres dari Liverpoll dengan bandrol 50 juta ponds, walaupun hasilnya El-Nino sering dibangku cadangkan. Itulah sepak bola dengan uang mampu membeli pemain hebat, tetapi tidak menjanjikan pemain tersebut akan bersinar terang.
  Selain Barca, ada juga tim yang menyukai pola pembinaan pemain yakni Manchester United. Di mana tim yang ditukangi oleh Sir Alex Fergusen itu berhasil memproduksi pemain-pemain hebat seperti ; David Beckham, Paul Scholes, Gary Nevile, Ryan Gigs dan masih banyak lagi. Tangan dingi Sir Alex mampu meminimalisir uang semata, artinya untuk meraih prestasi tidak harus membeli pemain mahal namun harus mencetak pemain mahal atau berkualitas.
     Memang sepak bola didunia biru itu sudah mampu membuktikan bahwa kualitas baik itulah yang patut mendapat prestasi. Bukan hanya itu, pemain-pemain bisa terkenal karena kualitas kemampuannya bukan dari ulah ketidakdisiplinnya. Demikian uraian atau analisis sepak bola benua biru, semoga Indonesia bisa memproduksi pemain dengan cara pembinaan yang terbaik.   

(9Mei2012)