Rabu, 30 April 2014

Aktualisasi Buruh di Era Modernitas


Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingatin Hari Buruh Internasional, tak terlepas juga Negera Republik Indonesia. Melalui Kepres No. 24 Tahun 2013 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional. Ini merupakan gebrakan bagus diera kepemimpinan Presiden Susiolo Bambang Yudhoyono, karena Republik ini telah mengakui keberadaan buruh di Indonesia. Harus diakui bahwa keberadaan buruh ini mampu menopang perekonomian bangsa, walaupun sang buruh itu merasa terasing karena ia belum mampu menjadi manusia yang produktif melainkan hanya sebagai pekerja kasar pemilik modal. Buruh adalah kaum yang dikatakan tertindas oleh sang pemilik modal (kapitalis) sedangkan para pemilik modal hanya berpikir untung namun lupa akan kesejahteraan buruh.

 Saya mencoba mengingat pelajaran ketika kuliah. Di mana Karl Max membagi dua katagori kelas yakni kelas Borjuis (Pemilik Modal) dan kelas Proletar (buruh). Di kedua kelas itu sangat kontradiktif, yaitu orientasi kelas Borjuis adalah keuntungan semata kemudian kelas proletar adalah upah. Buruh itu merupakan bagian dari eksploitasi yang dilakukan oleh kapitalis, mereka menyuarakan kesejahteraan, kesamarataan dan penghapusan outsorching. Ketiga point itulah yang mereka tuntut dihari buruh ini. Iklim demokrasi yang diterapkan Indonesia sangat memungkinkan mereka melakukan demo atau menyuarakan aspirasi baik itu kepada pengatur regulasi, Negara dan para pemilik Modal (Kapitalis). Para pemilik modal itu memiliki kepentingan sehingga sangat leluasa mengendalikan pasar sehingga para buruh tak berdaya dibuatnya dan semakin terjerat dengan keterasingan dan kemiskinan. Salah satu cara untuk memutus ketidakberdayaan buruh adalah dengan melakukan revolusi total. Namun ini sangat beresiko yang bias mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan politik. Mungkin cara yang lebih efektif adalah berdialetika antara pemilik modal dan kaum buruh, dan Negara sebagai media control atau regulasi. Namun itu semua hanya wacana dibalik wacana dan sulit terealisasi karena pemerintah tak berdaya terhadapat para pemilik modal (Kapitalis).

Memang standar kesejateraan tiap individu itu berbeda-beda namun disini kita melihat seberapa kuat kontribusi buruh terhadapat keuntungan yang diperoleh dari pemilik modal.  Selayaknya juga para pemilik modal memberi reward terhadap para buruh. Di harapkan dengan adanya tanggal merah bagi buruh, kesejateraan mereka diperhatikan secara komprehensif mengingat keuntungan perusahaan di tangan para buruh tersebut.  Tidak hanya itu pemerintah harus mampu menjadi mediasi antara buruh dan pemilik modal ketika terjadi sebuah konflik.


 Di akhir tulisan ini, penulis mengajak para buruh untuk melakukan aktualisasi yang positif dan lebih santun tanpa merugikan fasilitas publik. Memberikan aspirasi itu dibolehkan selagi idea atau gagasanya sangat sesuai dengan konstitusi dan sebaliknya pemilik modal harus mengerti dan paham akan nilai-nilai yang tertera dalam UUD, Pancasila dan Konstitusi. Mari kita rayakan hari buruh ini dengan suka-cita. Hiduuuuup Buruh Indonesia…. Merdeka !!!! 


#Mayday 

Jumat, 14 Maret 2014

Pembunuhan Dan Hilangnya Nyawa Manusia



Manusia adalah makhluk yang sempurna, ia memiliki akal dan pikiran serta hati nurani yang tidak dimiliki oleh makluk hidup lainnya. Tidak hanya itu manusia pun derajatnya lebih tinggi di sisi Tuhan ketimbang makhluk lainnya. Seiring perkembangan zaman dan peradaban, manusia kadang khilaf atau hilang kesadaran yang selalu mengikuti hawa nafsu semata tanpa mampu mengendalikan diri. Beberapa belakang terakhir saya sering melihat, mendengar, mengamatin dan menyimak berbagai macam kasus pembunuhan antar manusia. Baik itu dilakukan secara kolektif maupun individual. Kita bisa lihat bagaimana seorang ibu membunuh anaknya, atau mantan kekasih membunuh atas dasar cemburu, perselingkuhan dan banyak kasus lain yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ditangan pembunuh dan tak lain pembunuhnya orang terdekatnya. Dalam seminggu terahir ini pun ada kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya yang masih balita di Padelarang. Ia membunuh anaknya karena ada tekanan ekonomi. Kemudian ada pembunuhan berencana yang menewaskan seorang mahasiswi yang bernama Ade Sara ditangan mantan kekasihnya dengan dibantu oleh pacarnya. Dan terakhir pembuhan ABG yang dilakukan oleh mantan kekasihnya secara terencana dan berkelompok.

Memang bila dilihat dari sejarah peradaban pembunuhan manusia pertama kali dilakukan oleh Anak Nabi Adam yang bernama Qabil terhadap Habil. Motif pembunuhan Qabil karena adanya rasa iri kepada Habil. Qabil merasa perjodohan yang dilakukan sang ayah tidak tepat karena kembarannya itu tidak secantik kembaran Habil. Dari kisah sejarah tersebut, telah menggambarkan bahwa manusia itu cenderung mengikuti hawa nafsu, iri, dan egois  tanpa mempertimbangkan sisi kepatuhan dan kepantasan. Di zaman modern pembunuhan atas dasar kecemburuan, perselingkuhan, dendam, tekanan ekonomi dan sosial mudah dilakukan. Padahal manusia tidak berhak mencabut nyawa seseorang melainkan hanya Tuhan yang berhak tapi itu manusia dengan segala kebodohannya. Ketika seseorang membunuh orang lain berarti rasa empati, simpatik, spritual dan religiusnya sudah menghilang, bahkan sudah tidak mengindahkan keberadaan Tuhan. Tingkat pendidikan seseorang pun tak menjamin ia berprilaku sepantasnya manusia bahkan manusia yang berpendidikan pun kadang lebih keci ketimbang yang tak berpendidikan tinggi.

Oleh karena itu setiap manusia harus selalu mengingat Tuhan agar terhindar dari sikap-sikap arogansi dan egois yang berakibat terbunuhnya nyawa seseorang. Tidak hanya itu, manusia modern telah sibuk dengan urusan dunia yang membuat lupa akan urusan setelah dunia ini. Terlebih lagi manusia modern ini kadang bersikap individualistik, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi saja tanpa melihat atau menoleh ke orang yang membutuhkan. Terlepas itu semua, seharusnya manusia modern itu mampu menggunakan hati dan pikiranya untuk berbuat baik kepada sesama, karena kebaikan itu telah diajarkan atau diwariskan oleh para nenek moyang manusia. Seperti biasa, hati ini akan menolak ajaran atau anatsir buruk yang akan dilakukan oleh individu namun setelah kejadian barulah penyesalan itu tiba. Sebelum terjadi penyesalan sebaiknya manusia harus berpikir rasional dan harus meningkatkan spiritualitasnya agar mampu mengendalikan dirinya dengan sebaik mungkin.

Jadi pembunuhan dan hilangnya nyawa seseorang itu bisa terhindar jika manusia sama-sama saling menghormati, menghargai, menyayangi dan itu semua terangkum dalam sebuah kata yang namanya “Cinta”. Ketika cinta itu ternodai oleh rasa ingin membunuh atau menyakiti orang lain maka esensi cinta itu perlahan mulai pudar bahkan hilang. Cara merawat cinta itu sebaiknya libatkan nilai-nilai spiritual yang akhir dari itu semua adalah kebahagian.



#14Maret2014 Peace Love In Respect


Kamis, 27 Februari 2014

Perjalanan Kota Ke Desa Tertinggal (Kalijering)


Tahun baru 2014 sudah memasuki bulan pertama di minggu keempat. Tepatnya tanggal 24 Januari, hari kamis, saya diajak oleh saudara untuk berlibur sekaligus mencoba belajar bercocok tanam disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk modern. Tepatnya adalah di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen, Jawa Tengah. Di Kecamatan tersebut terdapat 9 desa atau dusun yang jarak antar dusun hanya dibatas oleh jembatan kali kecil, dan itu tidak ada tulisan atau petunjuknya. Ketika saya sudah di Padureso menuju desa Kalijering, yang ada dikepala saya adalah sebuah desa yang memiliki akses jalanan yang baik dan telah ada lampu penerangan yang memadai. Namun itu semua terbantahkan ketika saya melihat langsung, dimana akses menuju kalijering itu sangat sulit, jalannya masih beralaskan tanah merah, belum dibeton, dan kanan kiri jurang. Memang bila dibandingkan dengan desa lain, Kalijering merupakan desa yang tertinggal. Masyarakat disana sangat belum bisa menikmati akses jalan dan lampu penerangan yang memadai. Pancang tiang listrik pun baru dipasang 2 bulan yang lalu berbarengan dengan pelebaran jalan. Ini menunjukan bahwa desa tersebut masih sangat jauh dari kata modern.  Di Jumat sore kami tiba di Kalijering, kami semua menurukan barang bawaan dari mobil untuk segera dimasukan ke dalam rumah, tak terkecuali motor Yamaha YT yang baru saja dibeli di Jakarta untuk inventaris berkebun.

Waktu menunjukan pukul 19.00 WIB, kami semua berkumpul di ruang tengah selepas mandi, salat magribh dan makan. Saya ikut berbincang dengan saudara-saudara disana sekalipun kadang saya kurang mengerti bahasanya, maklum mereka menyelipkan bahasa jawa dengan paduan bahasa Indonesia yang tetap berlogat jawa. Saya pun memperhatikan sekelilingnya termasuk jendela yang langsung mengarah keluar jalan begitu gelap gulita tanpa ada penerangan. Kondisi gelap dijalan sudah terbiasa bagi warga setempat, paling kalau pun mau keluar menggunakan obor atau senter, begitu kata Lek Darso, (Om-nya Yudi). Akhirnya kami semua bergegas untuk beristirahat mengingat perjalanan dari Jakarta sangat melelahkan terutama bagi supir (Mas Yudi). Malam itu merupakan pengalaman pertama saya tidur disebuah desa tertinggal. Saya tidur diluar bukan dikamar. Saya tidur bersama Mas Yudi (Sepupu) dan om Mudi dengan mengggunakan kasur yang diambil dari dalam kamar. Sedangkan Bapaknya Mas Yudi tidur di kamar. Hari semakin larut dan cuaca semakin dingin, begitulah yang saya rasakan ketika berada di atas bukit desa Kalijering. Bunyi suara jangkrik menemani kesunyian malam ini dengan ditemani separangkat smartphone untuk mencoba menengahi rasa bosan, tak lama kemudian mata terlelap dimulai dengan bait doa agar tidur ini bernilai ibadah. Akhirnya mata ini terbangun, cuaca pagi ini hujan rintik-rinting dan sangat terasa dingin menusuk ke kulit tapi itu tidak mempengaruhi aktivitas dihari sabtu pagi ini. Hari ini rencananya akan ada pemasangan parabola mengingat kami membawa TV dan asesoris parabola dari Jakarta. Siang harinya saya mencoba melihat kebun yang ada dibelakang rumah yang luasanya kurang lebih setengah hektar. Memang kondisi jalan menuju kebun sangat becek dikarenakan turunnya hujan, tapi tak mengurungkan niat saya untuk kesana. Saya  sudah menyiapkan sepatu boot jadi tidak terasa licin namun masih tetap licin sedikit. Hari demi hari saya lalui di kampung Kalijering, mulai dari menanam tanaman hingga jalan-jalan mengililingi kampung tetangga Kalijering, Kaligubuk dan itu semua saya nikmati sebagai pengalaman baru tinggal di hunian tradisional. Akhirnya saya benar-benar terjun langsung dalam proses demi proses kegiatan di desa Kalijering. Mulai dari melihat gimana caranya membuat gubuk disorong (diatas batu besar) dan menanam bibit pohon.

Tiba saatnya dihari senin[1], dimana hari itu kami berencana membuat gubung disorong (diatas batu besar). Maksud dan tujuan dibuatnya gubuk adalah untuk tempat beristirahat setelah menamam bibit atau memberi pupuk, dan tak kalah pentingnya adalah untuk melihat keindahan alam bumi Indonesia. Adapun  perlengkapan untuk membuat gubuk diantaranya: kayu pohon jati, daun pisang yang sudah dianyam dan pastinya paku dengan berbagai ukuruan. Pengerjaan gubuk ini memakan satu harian. Tidak terasa akhirnya jam menunjukan pukul 16.00 WIB dan itu bertanda pengerjaan gubuk ini pun telah selesai. Kami akhirnya bisa duduk-duduk santai digubuk sambil menantap pohon demi pohon yang ada. Hari semakin gelap dan langit pun tak menampakan cahayanya. Kami semua akhirnya menuju rumah untuk bersih-bersih, sekaligus menyiapkan santapan makan malam. Tema makan malam kali ini adalah mie instan plus nasi, seperti layaknya anak kosan tapi itulah adanya harus disukuri.

 Hari demi hari saya lalui di desa kalijering dengan rasa senang, terlebih saya merasakan ilmu baru yaitu menanam bibit Pohon Duren, Pohon Mohoni, Pohon Jati dan juga saya belajar memupuk tanaman dengan mengggunakan cemendil (pupuk kotoran kambing). Tak hanya itu saya pun belajar mencangkul walaupun tidak semahir orang-orang dikampung.  Ada sesuatu yang agak unik dan mengerikan bagi saya, yaitu ternyata dirumah yang saya tempatin itu banyak berkumpulnya tikus-tikus dan yang lebih mengerikan lagi, saya dan mas yudi melihat ular diatap. Memang rumah ini belum seperti rumah modern pada umumnya yang atapnya menggunakan triplek atau sejenisnya. Ini pengalaman saya yang cukup mengerikan ketika berada disebuah desa yang jauh dari kota besar. Saya sering menjumpai ular dan itu sangat menakutkan, namun kalau kita tidak mengganggu maka binatang itu tidak akan menyerang begitu penjelasan Mas Yudi kepada saya. Penjelasan Mas Yudi tidak serta merta membuat saya berani, rasa takut pasti ada itulah manusia. Namun saya hanya bisa berdoa kepada Allah agar saya selalu dilindungin dalam setiap langkah kaki ini. Suatu hari saya pernah ngobrol iseng bersama Lek Darso. Pembicaraan kita mengarah pada pemilu 2014. Saya mencoba menanyakan ke beliau, “kira-kira pemilu besok pilih siapa lek”, begitulah pertanyaan iseng saya. Kemudian si Lek menjawab, dia bilang kalo ada yang ngasih duit saya akan pilih dia. Dari hasil wawacara sambil lalu saya kepada Lek Darso, menyimpulkan bahwa masyarakat disana masih bisa diperalat oleh uang semata. Tapi itu bagian realita bangsa Indonesia yang lagi belajar berdemokrasi. Tidak bisa disalahkan juga Lek Darso berbicara seperti itu, ia beranggapan bahwa ia butuh uang dan bangsa ini belum bisa mencukupi uang untuk beliau hidup.

Ada hal lain yang unik di kampung tersebut, dimana ketika seseorang memiliki sebuah kendaraan sepada motor maka ada kegiatan mendoa atau selamat yang ditutup dengan jamuan makan. Memang maksud dan tujuannya baik yakni bersukur atas karunia memiliki kendaraan baru dan tradisi itu masih terus ada disana. Di setiap pagi saya selalu melihat warga membawa parit[2] dan karung untuk mengambil daun-daunan guna memberi makan ternak mereka. Warga disana sudah sangat terbiasa sekali berkebun, dimata mereka berkebun itu adalah kegiatan yang harus wajib dilakukan dan sudah turun menurun mereka lakukan. Bila dibandingkan dengan masyarakat kota sangatlah berbeda. Orang kota setiap pagi ke kantor menggunakan pakaian rapi selayaknya bos dan tiap bulannya mendapatkan uang atau gaji, namun berbeda dengan orang desa. Ia berkebun dengan pakaian sedikit kumuh namun tetap bersih dan yang terpenting ketika sore tiba mereka dapatkan daun-daunan yang cukup untuk kebutuhan ternak.

Demikian secuail cerita saya berada disebuah desa tertinggal, desa Kalijering. Ada ilmu yang saya dapatkan ketika kembali lagi ke kota besar yakni mereka menjalani hidup itu tulus apa adanya, tidak mengeluh dan pasti bekerja keras. Mereka tidak menggunakan metode pencitraan seperti para politikus yang menggunakan mengharapkan pujian atau imbalan.




[1] 27 Januari 2014
[2] Sejenis Cerurit

Minggu, 19 Januari 2014

Refleksi dan Resolusi Tahun 2014



Hidup selalu beriringan dengan sang waktu dan tanpa terasa sudah memasuki tahun 2014. Banyak harapan dan impian yang saya ingin wujudkan ditahun 2014 (tahun pemilu, kgk ada hubunganya ya. Hehe..). Banyak sebagian atau bahkan kebanyakan orang diawal tahun itu melakukan refleksi atau resolusi yang mengarah ke hal positif dan produktif. Ada pula yang melakukan intropeksi diri, yaitu apa saja yang telah dilakukan atau belum ditahun 2013 dan apa yang kurang atau harus diperbaiki serta apa yang belum dilakukan ditahun 2014 ini. Di tahun ini pula saya genap berusia 26 tahun (udah tua juga ya, hehe..) dan pastinya saya ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri pribadi dan orang lain. 

Memang awal tahun adalah waktu yang tepat untuk menyusun rencana yang berserakan di otak namun jangan hanya wacana melainkan harus beraksi (seperi lagu Kotak. hehe..). Biasanya bulan pertama tahun baru semangat masih menggebu-gebu bahkan liar. Namun itu semua harus terus di pompa hingga bulan ke 12 sehingga segala keinginan dan impian harus terwujud dengan maksimal.  Mungkin ketika semangat itu mulai kendur, maka lihatlah impian-impian itu niscaya semangat itu akan kembali terpompa dengan sendirinya atau lihat seandainya impian itu terwujud maka maka orang sekitarnya agar merasa bangga dan senang.  

Adapun rencana besar saya yang harus terealisasi di tahun ini seperti: membuka usaha atau bisnis, sukses dalam hal berkarya (ngeband,penulis lagu), sukses dalam menuntut ilmu dan pastinya harus lebih religius dalam hal spritual. Memang harus diakui bahwa waktu itu seakan berlari ketika kita hanya diam tak melakukan aktivitas, namun sesungguhnya waktu tetap berjalan seperti apa adannya tanpa ia berlari atau tidak. Harus dari kita yang bisa mengatur waktu agar rencana dan keinginan kita tercapai dan jangan lupa pula libatkan Allah SWT pasti semua akan dimudahkan dan dilancarkan (Aamiin).

Banyak petuah orang bijak yang mengatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini, yang pada intinya detik demi detik, waktu demi waktu, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun harus lebih baik. Tak hanya itu, banyak orang hebat yang bisa memanfaatkan waktu dalam sehari 24 jam sehari itu untuk menghasilkan sebuah penemuan atau karya yang hingga kini bisa dinikmati oleh banyak orang dan pastinya pahalanya selalu mengalir karena bermanfaat buat orang banyak. Menjadi pribadi hebat itu pasti membutuhkan proses namun itulah pembelajaran hidup yang nyata dan fakta. Berhasil dan gagal adalah dua pilihan yang tak terpisahkan. Ketika berhasil maka harus bersukur dan meningkatkan keberhasilan tersebut. Namun bila gagal, mencoba lagi dan tetap mencoba lagi hingga menemukan kata berhasil dari mulut mu itu. Ada yang berkata kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda dan itu bener bila ia melakukanya terus menerus hingga berhasil dan sukses. Karena di dalam sebuah ayat suci pun tertulis bahwa “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha merubahnya sendiri”. Dari ayat tersebut saya mencoba menganalis dari sudut pandang pendapat pribadi,  intinya setiap individu punya hak untuk sukses dan berhasil tinggal individu itu saja yang menjalaninya. Mau sukses atau sebaliknya? Dalam hal kehidupan pun harus terus bermimpi dan selalu berusaha untuk meraih mimpi itu dengan berusaha sekuat tenaga tanpa melupakan doa. Tak ada segala sesuatu yang sia-sia bila dilakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Cepat atau lambat pasti akan merasakan dampaknya dan itu merupakan harmoni kehidupan.

Dari tulisan iseng saya diatas, semoga bisa merefleksikan dan meresolusikan tahun 2014 ini menjadi tahun kesuksesan dalam segala hal termasuk jodoh, walaupun tahun tidak termasuk dalam rencana tapi tetap dalam lantunan doa dan usaha. Aamiin

@iqbalsaputra_20

19Januari 2014


Rabu, 08 Januari 2014

Transformasi Vokalis dan Personil band Era Millennium



Di era millennium ini banyak sekali bermunculan band-band baru yang mencoba meramaikan industri musik Indonesia. Mereka itu berasal dari berbagai daerah kota besar di Indonesia. Di era awal tahun 2000-an siapa yang tak kenal band sejuta kopi seperti Sheila On 7, lalu disusul dengan Padi, Jamrud, Dewa, dan yang terakhir cukup fenomenal Peterpan. Tidak berhenti disitu saja, banyak pula band yang meraup sukses di indutri musik tanah air, seperti: Ungu, Samsons, Radja, Nidji, Ada Band, Kerispatih, Drive, Cokelat, Gigi, Garasi, Naif, Slank, Boomerang, Kotak, Naff, The Titans dan masih banyak lagi. Band-band itu semua mencoba melakukan eksistensi dengan berbagai macam cara seperti mengeluarkan album ataupun mangung diberbagai tempat, baik itu off air ataupun on air.  Tidak dari sebagian mereka berhasil menjaga kekompakan atau keutuhan personil band sedari awal berdiri. Adapun dari sebagian band tersebut telah melakukan transformasi vokalis atau pun pergantian personil.

Dari sekian banyak band yang penulis sebutkan diatas hanya band Padi yang masih menjaga keutuhan personilnya hingga kini. Band yang berdiri tahun 1997 ini memiliki personil sebagai berikut : Fadly (Vokal), Piyu (Gitar), Ari (Gitar), Rindra (Bass), Yoyo (Drum). Memang diakui bahwa band tersebut sedang mengalami fase vakum yang cukup lama sekitar 3 tahunan lebih, namun mereka bersepakat belum memutuskan bubar atau pun salah personilnya keluar. Selagi vakum mereka berlima tetap berkarya dalam jalur musik walaupun tidak bersama-sama. Fadly, Yoyo, Rindra, dan Ari membentuk sebuah side project band yang bernama Musikimia. Dalam hal ini hanya Fadly, Yoyo dan Rindra saja yang menajdi personilnya, sedangkan Ari menjadi Manager. Piyu sendiri lagi sibuk menggarap album Solo dan film.

Band kedua yang hingga kini masih utuh adalah Nidji, walaupun usia band Nidji terbilang lebih muda ketimbang Padi. Nidji berdiri tahun 2003 dengan 6 personil diantaranya: Giring (Vokal), Rama (Gitar), Ariel (Gitar), Andro (Bass), Andri (Drum), dan Randi (Keyboard). Sudah banyak prestasi yang diukir Giring Cs di belantika musik Indonesia. Bahkan mereka pun mencoba peruntungan ke negera tetangga dengan mengeluarkan album berbahasa Inggris.

 Band ketiga yang personilnya masih utuh adalah J-Rocks. Band yang digawangi empat pemuda yaitu: Imam (Vokal+Ryhtem Guitar), Sony (Lead Gitar), Wima (Bass) dan Anton (Drum). Mereka itu terbentuk ditahun 2003 dan ditahun itu juga mereka berhasil menjadi juara pertama dalam ajang kompetisi band. Memang diawal kemunculannya ada sentimen kecil yang menyebut nama band mereka itu seperti layaknya aliran musik. Namun mereka “Must Go On” dan terbukti telah menghasilkan karya yang bisa dinikmati oleh penikmat musik Indonesia, tidak lupa juga penghargaan pun telah mereka dapati dengan kerja keras.

Dari ketiga band diatas hanya Padi yang mengalami vakum. Namun kekompakan untuk tidak bubar, mengundurkan diri atau mengganti personil perlu diapresiasikan oleh ketiga band tersebut. Memang tidak mudah menyatukan beberapa pikiran, ide atau gagasan. Namun bilamana ada tekad yang kuat untuk solid pasti ada jalannya dan itu bisa terbukti.  

Kemudian dari sekian banyak band diatas, ada sebagaian dari band tersebut yang sudah mengganti vokalis. Di antaranya Samsons, Cokelat, Ada Band, Dewa, Keripatih, Garasi, Naff, Drive, Edane, BIP, Boomerang, Kapten, dan Kotak. Memang dengan hadirnya vokalis baru tersebut pastinya memberi warna baru kepada penikmat musik Indonesia, namun tidak sedikit dari band tersebut malah “galau atau kurang mendapat respon posotif bagi penikmat musik. Sekalipun band tersebut berpendapat bahwa dengan mendapat respon baik itu postif dan negatif berarti mereka telah berhasil memberi warna baru bagi band mereka. Memang untuk mengganti karekter sebuah vokalis di band itu bukan pekerjaan yang mudah. Para fans mereka pun sudah terbiasa dengan vokalis sebelumnya, yang mereka nilai vokalis sebelumnya lebih baik. Namun ada ada juga fans yang menilai vokalis band baru tersebut bagus namun kembali lagi keselara masing-masing penikmat musik Indonesia.

Penulis akan sedikit menilai berdasarkan jumlah penjualan album yang mereka memiliki dengan vokalis terbaru. Pertama, Dewa, siapa yang tak kenal band asal Surabaya ini? Awalnya band ini berdiri tahun 1986. Di tahun 1990-an awal band ini gawangi oleh Arie Lasso sebagai vokalis. Arie Lasso memiliki karekter vokalis yang cukup kuat dieranya dan hingga kini pun ia menjadi salah vokalis terbaik di Indonesia. Di Album Pandawa Lima yang merupakan album ke-4 Dewa 19 merupakan album terakhir bagi Arie Lasso bersama Dewa 19 dikarenakan ia ketergantungan obat-obat terlarang dan terpaksa dikeluarkan. Setelah itu diawal tahun 2000 Dewa melakukan transformasi vokalis dengan merekrut Elfonda Michel atau yang biasa dikenal Once. Di tahun yang sama juga mereka mengelurkan album bernama Bintang Lima dan berhasil sukses dengan penjualan album sebanyak 1,7 juta keping. Sebagain orang pesimis Dewa bisa mengulang sukses ketika bersama Arie Lasso namun itu terbantahkan ketika mereka sukses dan mendapat berbagai penghargaan dengan vokalis Once. Di saat sekarang ini Dewa mulai menemukan titik nadir terakhir yakni dengan keluarnya Once dari personil Dewa dengan alasan Dewa sudah tidak produktif lagi mengeluarkan album dan manggung. Masing-masing personilnya sibuk dengan project musik sehingga Dewa sedikit terbengkalai.

Kemudian band yang kedua adalah Ada Band. Ada band terbentuk di tahun 1996 dengan formasi: Baim (Vokal+Gitar), Iso (Keyboard+Backing Vokal), Krisna (Piano/Keyboard), Dika (Bass) dan Eel  (Drum). Di band ini karekter vokal Baim sangat khas dan kuat, tidak hanya itu jarang sekali diera itu vokalis merangkap sebagai gitaris utama. Ada band pun mendapat sambutan hangat oleh penikmat musik dikala itu dan mereka pun salah band rock Indonesia yang terbaik. Memang personil Ada Band ini sering gonta-ganti personil tapi kendali vokal masih tetap di pegang Baim. Namun di tahun 2003 terjadi perubahan pada personil Ada Band yang cukup mencolok yaitu keluarnya Baim dan diganti oleh Donnie sebagai vokalis Ada Band. Namun Donnie disini tidak merangkap sebagai gitaris. Posisi gitar diisi oleh Marshall yang sebelumnya menjadi gitaris Dr.Pm. Seperti diketahui juga bahwa Dr.Pm sudah menggati vokalis yang awalnya Piere lalu kemudia Edwin Maroon dan terakhir Abun. Kembali ke Ada Band, debut album pertama dengan vokalis baru dengan judul album Metamorphosis. Di Album tersebut mereka meraup kesuksesan dan berhasil melakukan perubahan konsep musik dengan format vokalis baru.
Namun ada juga band yang ketika mengganti vokalis baru, penjualan album atau masyarakat kurang terbiasa dengan vokalis baru. Seperti ketika Cokelat mengganti vokalis yang awalnya Kikan, lalu diganti Sarah dengan terahir Jackline. Ada juga Kerispatih yang masyarakat sudah sangat mengenal karekter vokal Sammy harus diganti dengan Fandi dengan alasan Sammy tersangdung masalah narkoba. Kemudian Edane yang rajin gonta-ganti vokalis mulai dari Eki Lamoh, Heri Barata, Trison, Robby Matulandi, dan terakhir kini Ervin. Harus diakui bahwa leader band ini adalah Eet Sjahranie yang dulunya adalah gitaris GodBless. Jadi komandonya ada ditangan Eet, walaupun formatnya adalah sebuah band. Lalu ada Naff yang dulunya dikatakan mirip dengan Padi (mungkin karena vokalisnya sama-sama orang Makasar), Adi, harus keluar dari band yang membesarkan namanya karena alasan sudah tidak cocok lagi dengan teman-teman Naff dalam hal bermusik. Kemudian Adi diganti oleh Arda, yang merupakan salah satu peserta diajang “Indonesia Idol”. Memang sangat disayangkan ketika Adi harus mengundurkan diri, padahal dialah salah satu pendiri band ini. Ada sesuatu yang unik ketika Garasi memutuskan untuk memilih vokalis laki-laki yang sebelumnya wanita, Ayu Ratna. Alasan Ayu Ratna mengundurkan diri karena ia mau bersolo karier dan posisinya diganti oleh Higin Ayuga. Adapun Vokalis yang comeback ke Band lamanya yaitu Jamrud dengan Krisyanto dan Kapten dengan Zaky. Mungkin mereka menyadari bahwa kembali ke band lama itu merupakan awal kesuksesan kembali.  Dari sekian banyak band yang mengganti vokalis pasti ada perubahan yang mendasar baik dari segi musik ataupun lainnya. 
Bagi para band yang mengganti vokalis atau personil lainnya dengan alasan tertentu, baik itu sudah tak se-visi lagi atau masalah lainnya yang membuat mereka harus bongkar pasang personil. Dari semua pergantian tersebut, pastinya band-band itu ingin mengidentitaskan sebuah perubahan yang tujuannya adalah eksistensi sehingga bisa dikenal di belantika musik Indonesia. Sekalipun harus ada gesekan ego tertentu yang membuat patner band jadi berganti.  
 MAJULAH MUSIK INDONESIA !! 

(8Januari 2014)

Selasa, 03 September 2013

Kontestasi, Kapitalisasi dan Liberalisasi Budaya (Miss World)

Kontestasi, Kapitalisasi dan Liberalisasi Budaya
(Miss World)

Saat ini sedang ramai isu mengenai Miss World yang akan diselenggarakan di Indonesia, Bali. Apakah Miss World itu?. Miss World adalah sebuah ajang kontestasi kecantikan yang pesertanya dari berbagai Negara dengan penilaian dari sudut pandang:  beauty, brain, dan behaviour. Di saat itu pula pro-kontra mengenai kegiatan ini sedang ramai diperbincangkan. Dari pihak yang pro, kegiatan ini adalah bentuk wujud promosi wilayah Indonesia, khususnya Bali dari segi pariwisata. Tidak hanya itu, kegiatan ini mampu meningkatkan devisa Negara dengan menghadirkan para wisatawan lokal dan asing.  Di satu sisi yang kontra pun mengatakan bahwa ajang kontestasi ini hanyalah bentuk eksploitasi wanita dengan konsep beauty, brain, dan behaviour. Tidak hanya itu, ajang seperti ini bukan bagian dari culture ketimuran bangsa Indonesia, dan lebih bersifat bisnis semata tanpa melihat nilai-nilai kearifan lokal. Terlepas dari itu semua, ajang kontestasi tingkat dunia ini sudah berlangsung cukup lama dan telah melahirkan perempuan-perempuan yang bisa hadir diruang publik.

Memang bila dilihat dari kacamata bisnis, ajang ini tak ubahnya merupakan kapitalisasi modern yang dikemas semenarik mungkin. Salah satunya dengan paradigma bahwa wanita modern itu harus memilliki kreateria beauty, brain, dan behaviour. Tidak hanya itu wanita pun harus mencoba berkarier diruang publik dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Pemikiran seperti itu biasa disebut Femenisme atau Gender. Dalam hal ini, perempuan diperbolehkan berkarier diruang publik, namun ada batasan yang sesuai dengan kaidah atau norma tertentu. Seperti perempuan diperbolehkan aktif dalam kegiatan sosial, agama, budaya dan politik. 

Perempuan modern harus bisa mengikuti trend, sekalipun harus berbusa terbuka karena itu merupakan tuntutan zaman dan bagian aktualisasi diri. Hal itu yang harus dihindari dari perubahan zaman tersebut. Jangan perempuan hanya dijadikan objek eksploitasi atau komoditi yang mengarah kepada kerendahan derajat perempuan dimata dunia. Memang fenomena modern ini bagian yang tak terlepas dari perubahan sebuah zaman yang hari demi hari semakin berkembang. Namun nilai-nilai modern jangan sampai menghancurkan esensi nilai luhur etika, sopan santun, yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia ini.

Kembali lagi ke isu utama, Miss World sudah adalah bagian dari liberasasi budaya barat untuk menghancurkan budaya timur. Zaman modern seperti ini banyak sekali cara untuk menghancurkan sebuah bangsa dan salah satunya dengan pola pikir baik itu dari sudut pandang: Food, Fun, dan Fashion. Dari ketiga sudut pandang tersebut, ajang Miss World sangat dekat dengan Fashion. Alasannya karena beberapa fashion yang digunakan dalam ajang ini adalah pakaian dalam wanita yang seharusnya bersifat tertutup. Memang sangat nampak jelas bahwa ajang ini dipelopori oleh modal kapital yang kuat, sehingga acara megah bertaraf dunia ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dari sisi binis pun sangat menggiurkan bilamana acara Miss World dihubungkan dengan produk-produk kecantikan seperti, kosmetik, pakaian dan produk bisnis lainnya.

Indonesia merupakan Negara modern yang masih memegang nilai-nilai ketimuran. Dengan begitu faham liberasasi pun muncul ditengah-tengah era modern. Maksud dan tujuannya adalah ingin mendoktrin bangsa ini untuk meliberaliasasikan budaya yang masih dipegang sama adat ketimuran dengan mengikuti peradaban dunia barat. Memang ajang Miss World ini peserta dituntut untuk bisa berpikir cerdas secara kognitif namun menghilangkan kecerdasan spritual dan etika sopan santun ketimuran. Jadi mau tak mau peserta Miss World harus berpikir liberal, terbuka dan pragmatis. Tidak hanya itu, peserta Miss World diskonstruksikan sebagai perempuan langsing, tinggi, dan memiliki kepribadian menarik/unik.

Jadi bisa disimpulkan bahwa ajang kontes Miss World merupakan bagian rencana besar segelintir kelompok yang ingin menularkan virus kapitalisasi, eksploitasi perempuan, liberalisasi budaya, dan doktrinisasi kebumi Indonesia. Bukan hanya itu Indonesia yang merupakan negara demokrasi yang harus ikut serta dalam peradaban barat, dan kita sebagai warga negara Indonesia menolak keras karena tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang anut bangsa ini. Banyak cara untuk mengangkat citra perempuan agar lebih beradab, diantaranya dengan memuliakan perempuan dengan busana sopan. Dan banyak cara pula untuk mempromosikan bangsa Indonesia ini kepada dunia, dengan metode yang lebih bijak dan beradab tanpa menggangu kearifan lokal bangsa ini. 


Senin, 02 September 2013

Concert Metallica In Jakarta 250813

Concert Metallica In Jakarta

Akhirnya penantian panjang metalhead (sebutan fans Metallica ) selamat 20 tahun untuk melihat Metallica tampil di Indonesia terlaksana. Tepat pada tanggal 25 Agutus 2013 Metallica menggunjang ibu kota Jakarta di stadio GBK (Gelora Bung Karno), Senayan. Puluhan ribu orang dari berbagai daerah memadati GBK untuk bisa melihat para dedengkot Metal beraksi yakni : James Hetflied (vokal,gitar), Kirl Hammett (gitar), Lars Ulrich (drum), dan Robert Trujillo (Bass). 

Metallica berdiri sejak 1981 dan telah menghasilkan berbagai album seperti : Kill “Em All, Ride The Lightning, Master Of Puppets, And Justice For All, Black Metallica, Load, Reload, Garage Inc, S&M Concert, ST Anger, Death Magnetic, Through The Never Soundtrack. Tidak hanya itu, mereka pun sudah mampu menjual albumnya hingga ratusan atau bahkan jutaan keping album diseluruh dunia. Dan Metallica pun lah pelor musik trash metal di era tahun 1980-an, dengan konsep rambut panjang tanpa make up tebal. Di mana saat itu sedang boomingnnya gaya Elvis Presley dengan gaya parlente.  

Ini kali keduanya Metallica tampil di Indonesia, setelah terakhir mereka tampil pada tahun 1993 di stadion Lebak Bulus yang berakhir ricuh. Konser ini sedikit agak spesial karena orang nomor satu di Jakarta, Gubenur DKI Jakarta, Bapak Jokowi ikut meramaikan hajatan metal tersebut dengan membeli tiket kelas Festival. Di samping itu banyak sekali pedagang yang mendapat keuntungan atas konser Metallica tersebut, yakni banyak pedagang dadakan yang menjual asesoris atau pernak-pernik Metallica. Mulai dari T-shirt, pin, stiker, mug dan sebagainya yang bernuansa Metallica. Penonton yang memadati area GBK itu bukan hanya didominasi pria, melainkan ada wanita yang ikut berpartisipasi menyaksikan konser di akhir bulan agustus ini. Tak lupa juga puluhan aparat keamanan menjaga acara ini agar pelaksaan konser tersebut aman dan tentram.

Acara konser tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 WIB yang dimulai dengan band pembuka yaitu Seringai. Untuk lagu pertama pun Seringai dibantu oleh Raisa dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjut dengan lagu-lagu dari Seringai. Tidak hanya itu, Seringai pun mengajak gitaris kenaman didunia metal Indonesia seperti: Eben (Burger Kill), dan Steve Item (DeadSquad+Andra and The Backbone). Memang ketika mereka tampil sound system yang digunakan kurang bagus, karena suara yang keluar agak sedikit pecah. Maklum band pembuka, manasin sound kali ya. Hehe.. Namun itu tidak mengurangi pecinta metalhead untuk tetap menikmati musik Seringai yang cadas.

Waktu menujukan pukul 20.00 WIB, namun Metallica belum menampakan hidungnya untuk naik ke atas stage, yang ada hanya crew Metallica untuk sekedar cek sound alat. Mulai dari gitar, bass, dan drum di cek semua. Ketika crew Metallica sedang cek sound, penonton sangat antusias. Penonton sungguh terkesima melihat dan mendengar crew Metallica ketika cek sound, karena alatnya super hebat dan soundnya yang berkapasitas beribu watt sangat memanjakan telinga penonton.  

Tepat pukul 20.25 WIB Metallica menguncang GBK dengan lagu pertama “Hit The Lights”, dan susul lagu kedua “Master Of Puppets”. Semua pengunjung mulai dari kelas Fetival hingga tribune pun menyanyi semua tembang lagu Metallica.  Mereka berempat mengeluarkan segala kemampuanya untuk menghibur seluruh metalhead yang ada di GBK tanpa terkecuali Bapak Jokowi. Metallica membawa 18 lagu yang terdiri dari berbagai album yang telah mereka rilis. Mulai dari lagu: “Nothing Else Matter, One, Enter Sandment, Fade to Black dan lain sebagainya. Di sela-sela konser pun James Hetfiled pun sedikit memberi lelucon yang membuat para metalhead tertawa dan sekaligus terhibur.

Pertujukan Konser Metallica ini sungguh kelas dunia, mulai dari lighting, sound system, panggung  dan semuanya tertata sangat apik sehingga memuaskan dan pastinya memanjakan penonton yang hadir di GBK. Para penonton tidak sia-sia mengeluarkan kocek untuk menyaksikan pertujukan kelas dunia, sekaligus melihat band sekaliber Metallica. Ada hal yang menarik, ketika penjual air mineral menawarkan daganganya. Ada pengunjung yang ingin membeli air tersebut, namun pengujung tersebut terkaget ketika mengetahui harga air mineral 600 mil itu 7.500,00. Harga tersebut hampir tiga kali lipat dari air mineral biasa. Namun itulah bisnis, ketika memasaki area konser berkelas dunia maka harga itu pun itu bisa melejit.

Ketika Metallica mengakhir lagu Enter Sandment, mereka mencoba menyudahi konser. Namun bukan metalhead sejati bila tidak merayu atau berteriak kepada Metallica untuk meminta lagu lagi. Akhirnya permintaan penonton dipenuhi oleh Metallica dengan membawakan tembang lagu “creeping death, Fight Fire With Fire, dan ditutup dengan lagu terakhir Seek and Destroy. Penonton sangat puas sekali melihat pertujukan konser Metallica kali ini, dan Metallica pun sangat senang bisa menghibur penonton Indonesia. Waktu menujukkan pukul 22.35 dan bertanda konser telah berakhir. Konser Metallica berlangsung dengan aman dan tertib, mengingat masyarakat kita sudah dewasa dalam menyaksikan konser berkelas dunia. Semoga ditahun berikutnya Metallica bisa kembali singgah di Indonesia untuk menggelar konser yang luar biasa ini. Sekian !!!